Aspirasi Mahasiswa

BUDAYA DEBAT “ABSURD” UMAT ISLAM INDONESIA

Indonesia adalah negara penganut muslim terbesar di dunia, tapi muslim indonesia adalah muslim yang fanatis dan terbagi-bagi. Ada muslim muhamadiyah, Nahdlatululama, Syiah, Wahabi dll. Namun pada intinya semua golongan itu masih disebut muslim/islam. Golongan-golongan ini yang kemudian akan menunjukan eksistensi dan berusaha menunjukan kepaling benarannya pada golongan muslim yang lain, akhirnya timbullah beberapa kegiatan perdebatan-perdebatan kolot secara individu atau secara institusi, maka ini yang kemudian makin membuat perpecahan sesama muslim dan menjadi salah satu indikasi ketidak majuan berfikir orang islam Indonesia.

Kita mungkin pernah beradu argument terkait dengan masalah “ritual keagamaan” dari kebiasaan ritual agama islam masing-masing, padahal dari tiap argument yang diutarakan slalu disertai dan didasari dengan dalil dari al-quran maupun al-hadits. Hal yang lucu dari masalah adu argument (debat) ini adalah para tiap kubu menggunakan dalil atau dasar yg berbeda dari sumber yang sama (Al-quran dan Al-hadits). Hingga para kubu berani adu jotos demi mempertahankan keyakinan yang masing-masing kubu sudah yakini, lalu esensi dari perdebatan panjang yang sampai mengeluarkan keringat dari dalam celana itu sebenarnya untuk apa? Apa hanya sekedar ajang pamer pengetahuan atau coba menjelaskan pemahaman pribadi kepada orang yang berbeda pemahaman?. Masalah yang menurut saya sepele yang sering diperdebatkan oleh beberapa pemeluk islam yang kolot adalah masalah bid’ah sperti tahlilan, ziarah kubur, doa qunut pada rakaat kedua solat subuh, adzan menggunakan pengeras suara dan masig banyak lagi. Ini yang membuat masyarakat muslim Indonesia ketinggalan dalam hal berfikir, imbasnya negara yang penganut muslimnya terbesar tidak mempunyai karya yang membawa nama Indonesia hebat dimata negara muslim dunia.

Amerika yang merupakan negara maju sudah berbicara dan mengonsep tekhnologi canggih masa depan untuk keperluan maayarakat luas dan manusia yang akan datang, begitupun dengan Jepang dan negara-negara maju lainnya. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Masih seperti dulu, perpecahan, perang antar suku, perang sesama agama, kapan Indonesia maju? Pemerintah tidak akan pernah bisa membuat negara menjadi negara maju jika mayoritas warga negaranya tidak mau dan tidak siap untuk maju.

Contoh kecil gini, pemerintah sudah berbicara BBM harus dinaikan kita masih membahas masalah Do’a qunut yang tak tepat sasaran, pemerintah sudah biacara ekonomi kreatif, kita masih berjibaku dengan debat masalah Ziarah kubur yang tidak pro terhadap masyarakat kuburan, kawan – kawan yang lain sudah berbicara masalah mendidik yang baik, kita masih mengadu dalil masalah tahlilan. Lalu mau bagaimana?

You might also like
Comments
Loading...