Aspirasi Mahasiswa

CUKUP MENJADI SISWA JANGAN MAHASISWA!!!

“ptungg” begitulah bunyi dan getar handphoneku terdengar,  setiap notifikasi dihandphone kuatur berbeda dan itu adalah bunyi Whatsapp Massenger. Ternyata itu dari salah satu grup yang ada dikontakku, aku membuka dan membacanya kiriman seorang teman, isinya panjang tentang mahasiswa dan itu adalah catatan Najwa Shihab. “Mahasiswa! Agen perubahan katanya, akbarkan sumpah mahasiswa beserta makna, jangan hanya mengejar IPK, rakyat tak butuh angka, mereka perlu aksi nyata” itulah bait terakhir yang kukutip.

“mungkin tak perlu ada kata maha dalam “mahasiswa” cukup kan menjadi siswa” cletukku dalam percakapan, aku bukan orang yang aktif dalam berbagai percakapan di grup-grup chatting dan hanya sesekali saja muncul dengan cuitan diatas seperti ada bentuk intervensi dari anggota lain, dari mulai mencoba mempermainkanku dengan pertanyaan sana sini, apa penjelasannya dan memintaku memberikan contohnya. Lucu memang, bagaimana mungkin dari sebuah pernyataan yang aku lontarkan seperti diatas ada contoh didalamnya, itu terkesan ingin menjatuhkan. Kebiasaan malas membaca chat grup karena banyak berisi konten tidak menarik dan tidak mengandung informasi, membuatku tertegun dan aku jadi tergugah untuk menjadikannya bahan tulisan, meski masih dalam tahap awam tak apakan belajar.

Orang awam mengartikan mahasiswa itu adalah orang terpelajar dan tahu segalahal, seperti masyarakat di desaku, jurusanku diperkuliahan adalah sebagai pemikir seharusnya, namun yang mereka tanyakan adalah bagaimana cara membasmi hama selain dengan peptisida dan saat kukatakan aku tidak tahu hal tersebut, mereka mengolokku dengan ocehan “katanya Mahasiswa, gitu aja gak tau”, tentu aku hanya bisa diam karena meski kujelaskan berulang bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan jurusanku tapi mereka tidak mau tahu karena yang mereka tahu mahasiswa banyak tahu.

Kembali pada pernyataanku di atas, tentu saja mahasiswa masih bisa disebut mahasiswa karena dalam hal formal mereka telah terdaftar, seperti adanya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan mengikuti perkuliahan rutin, tapi bagaimana dengan makna filosofisnya yang katanya mahasiswa adalah Agent of Change (agen perubahan) yang tentu saja harus memiliki pola fikir seperti radikal, rasional, ritis, kreatif, revolusioner, intelek dan militan.

Mahasiswa sejatinya adalah penyambung lidah rakyat, tidak hanya memikiran diri sendiri karena menjadi mahasiswa harus bertanggung jawab atas apa yang ditopangnya yaitu Tri Dharma PerguruanTinggi. Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pertama adalah pendidikan, ini adalah hal yang lumrah dilakukan, bukan hanya mahasiswa tapi untuk seluruh siswa manapun pendidikan adalah hal yang penting, tapi yang membedakan antara siswa dan mahasiswa adalah terletak ditanggungjawab mereka, siswa hanya berkecimpung dalam dunia pendidikan tapi mahasiswa harus melakoni dua tanggungjawab Tri Dharma Perguruan Tinggi berikutnya yaitu Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikannya diaharus melakukan riset dan penelitian yang berguna untuk nanti dituangkan dalam pengabdian kepada masyarakat dan itu adalah bentuk implementasi sebagai mahasiswa.

“Masih bisa kok disebut mahasiswa, kan ada Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL)?”

Jenis mahasiswa itu ada banyak, seperti Akademisi yang hanya terfokus pada kegiatan akademis saja, Aktivis atau Organisatoris merekalah yang peka terhadap kondisi social yang terjadi saat itu dan cenderung tidak terlalu mementingkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Hedonis biasanya mahasiswa jenis ini cenderung apatis terhadap kedua hal diatas karena pola piker mereka hanya terisi dengan trend dan mode masa kini. Pertanyan diatas masuk dalam kategori mahasiswa yang pertama dan ketiga, tentu saja mereka masih disebut mahasiswa dalam hal formal seperti disebutkan sebelumnya tapi tidak bisa dikatakan mahasiswa sesungguhnya karena KKN dan PPL hanyalah syarat untuk Skripsi, andai itu bukanlah syarat untuk memenuhi tugas akhir pasti mahasiswa tidak akan repot-repot melakukan KKN dan PPL.

Merujuk pada peran mahasiswa yang salah satunya telah disebutkan di paragraph ketiga yaitu Agent Of Change (Agen perubahan), selain itu mahasiswa juga sebagai Iron Stok (Generasi Penerus) dan Moral Force (Gerakan Moral) itu semua tidak termuat dalam mahasiswa kebanyakan yang hanya mementingkan IPK dan gengsi. Mereka yang bisa dikatakan mahasiswa adalah yang menjalankan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian danpengabdian kepada masyarakat dengan peran diatas agar mereka dapat berfungsi, seperti yang dijelaskan oleh M.Hattaya itu membentuk susila dan demokratis.

Karena itu jika saat ini masih ada mahasiswa yang hanya mementingkan IPK dan gengsi semata, sebaiknya tidak perlu menjadi mahasiswa baiknya menjadi pelajar atau siswa saja agar tak mengemban tanggungjawab Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berat itu Karena seperti catatan Najwa Shihab rakyat tak butuh angka, mereka butuh aksi nyata.

“Mahasiswa! Agen perubahan katanya, akbarkan sumpah mahasiswa beserta makna, jangan hanya mengejar IPK, rakyat tak butuh angka, mereka perlu aksi nyata” -Najwa Shihab

 

#NhuyeRashedKhamis

Comments
Loading...