Aspirasi Mahasiswa

PENDIDIKAN..?

Sering kali melihat seorang siswa yang berangkat dari rumahnya menuju ke sekolah untuk belajar. akan tetapi kita tidak mungkin tau apa yang di dapat anak tersebut ketika ia kembali kerumahnya. Akan kah semua pelajaran sekolah yang bertujuan memproduksi keyakinan idiologis yang katanya lebih baik (berwawasan lingkungan, ilmiah, konsumeris, dan militeris ) didapatnya setelah ia bersekolah?, mungki tidak, sungguh disayangkan. Tapi inilah realita yang ada dalam kehidupan kita sekarang.

Dilihat dari permasalah diatas kita bisa lihat adanya suatu kegagalan dalam sistem pendidikan yang berjalan sekarang. Pandangan dari seluruh masyarakat yang ada cenderung menganggap bahwa sekolah hanyalah satu satunya lembaga pendidikan dan sumber pengetahuan ilmu. Sangatlah salah, banyak anak anak bersekolah tapi tidak belajar, atau anak anak  belajar tanpa harus pergi ke sekolah. Dalam konteks ini definisi bersekolah merusak konsep mengajar dengan belajar, naik kelas dengan pendidikan, Ijazah dengan kompetensi dan peningkatan kemampuan untuk mengatakan sesuatu yang baru.

Sekolah mewajibkan uang, orang, dan niat baik sebagai syarat-syarat bagi pendidikandan ini menyingkirkan lembaga-lembaga lain dari tugas-tugas edukatif.Sehingga dalam masyarakat modern, bersekolah sudah terlembagakan, sehingga kita kebingungan membedakan makna “bersekolah” dengan “belajar”. Sekolah cenderung menjauhkan akan realitas kehidupan yang akan dialami oleh anak anak yang berada di sekolah (inrealistis). Padahal pemahaman terhadap realitas yang ada sangatlah penting untuk kehidupan.

Dalam kehidupan kita sekarang kegiatan siwa mengembangkan teknik-teknik bersifat non-formal dipandang kurang begitu penting dibandingkan dengan kegiatan sekolah formal, meskipun banyak sekali orang yang belajar dan mendapatkan pengetahuan dari kegiatan non-formal. Di sekolah formal mengajarkan anak didik menjadi seperti orang lain, bukan bagaimana menjadi dirinya sendiri. Ia hanya diberikan kemampuan mengubah penafsiran seseorang untuk situasi yang dihadapinya, namun tidak mampu mengubah realitas dirinya sendiri.

Oleh sebab itu, Ivan Ilich merekomendasikan sistem learning web, learning web adalah semacam sistem bank data, dimana oaring-orang yang tertarik dengan topik-topik atau isu-isu tertentu berkumpul dan mendiskusikanya bersama. Dengan begitu setiap orang yang yang tergabung dalam perkumpulan itu mampu memberkan kontribusi, dan belajar akan berbasis pada kesamaan dan kemudahan akses, atau lebih dikenal dengan diskusi.

Dengan sistem seperti ini kita dapat mengetahui segala pemikiran dari setiap orang yang ada. Biasanya semua pemikiran yang terdapat dalam alam pikir mereka adalah sesuai berdasarkan apa yang mereka tau dan yang mereka rasakan, sehingga secara tidak langsung kita bisa melihat realitas yang ada di linkungan sekitar kita dan menjadikan kita paham dan dapat menyimpulkan tentang realitas yang ada.

Sering kali melihat seorang siswa yang berangkat dari rumahnya menuju ke sekolah untuk belajar. akan tetapi kita tidak mungkin tau apa yang di dapat anak tersebut ketika ia kembali kerumahnya. Akan kah semua pelajaran sekolah yang bertujuan memproduksi keyakinan idiologis yang katanya lebih baik (berwawasan lingkungan, ilmiah, konsumeris, dan militeris ) didapatnya setelah ia bersekolah?, mungki tidak, sungguh disayangkan. Tapi inilah realita yang ada dalam kehidupan kita sekarang.

Dilihat dari permasalah diatas kita bisa lihat adanya suatu kegagalan dalam sistem pendidikan yang berjalan sekarang. Pandangan dari seluruh masyarakat yang ada cenderung menganggap bahwa sekolah hanyalah satu satunya lembaga pendidikan dan sumber pengetahuan ilmu. Sangatlah salah, banyak anak anak bersekolah tapi tidak belajar, atau anak anak  belajar tanpa harus pergi ke sekolah. Dalam konteks ini definisi bersekolah merusak konsep mengajar dengan belajar, naik kelas dengan pendidikan, Ijazah dengan kompetensi dan peningkatan kemampuan untuk mengatakan sesuatu yang baru.

Sekolah mewajibkan uang, orang, dan niat baik sebagai syarat-syarat bagi pendidikandan ini menyingkirkan lembaga-lembaga lain dari tugas-tugas edukatif.Sehingga dalam masyarakat modern, bersekolah sudah terlembagakan, sehingga kita kebingungan membedakan makna “bersekolah” dengan “belajar”. Sekolah cenderung menjauhkan akan realitas kehidupan yang akan dialami oleh anak anak yang berada di sekolah (inrealistis). Padahal pemahaman terhadap realitas yang ada sangatlah penting untuk kehidupan.

Dalam kehidupan kita sekarang kegiatan siwa mengembangkan teknik-teknik bersifat non-formal dipandang kurang begitu penting dibandingkan dengan kegiatan sekolah formal, meskipun banyak sekali orang yang belajar dan mendapatkan pengetahuan dari kegiatan non-formal. Di sekolah formal mengajarkan anak didik menjadi seperti orang lain, bukan bagaimana menjadi dirinya sendiri. Ia hanya diberikan kemampuan mengubah penafsiran seseorang untuk situasi yang dihadapinya, namun tidak mampu mengubah realitas dirinya sendiri.

Oleh sebab itu, Ivan Ilich merekomendasikan sistem learning web, learning web adalah semacam sistem bank data, dimana oaring-orang yang tertarik dengan topik-topik atau isu-isu tertentu berkumpul dan mendiskusikanya bersama. Dengan begitu setiap orang yang yang tergabung dalam perkumpulan itu mampu memberkan kontribusi, dan belajar akan berbasis pada kesamaan dan kemudahan akses, atau lebih dikenal dengan diskusi.

Dengan sistem seperti ini kita dapat mengetahui segala pemikiran dari setiap orang yang ada. Biasanya semua pemikiran yang terdapat dalam alam pikir mereka adalah sesuai berdasarkan apa yang mereka tau dan yang mereka rasakan, sehingga secara tidak langsung kita bisa melihat realitas yang ada di linkungan sekitar kita dan menjadikan kita paham dan dapat menyimpulkan tentang realitas yang ada.

 

You might also like
Comments
Loading...