Aspirasi Mahasiswa

Plural-Is-Me

Siang hari duduk bersandar dengan tembok, ketika aku merenung dengan kebingungan dalam fikiranku, aku selalu duduk dikursi tersebut seakan bertanya pada diriku sendiri. Aku melihat dari berbagai TV di Indonesia yang kini sedang meledak nya berita bahwa ada sekelompok muslim yang ingin masuk ke dalam salah satu mall dengan bertujuan untuk melarang yang berjual alat-alat yang bersangkutan dengan hari raya natal, tetapi aksi tersebut gagal karna ada salah satu polisi dengan tegas melarangnya untuk masuk, tentu polisi melarangnya dengan mempunyai alasan, tidak mungkin polisi tersebut melarang seseorang untuk berkunjung ke suatu tempat kalau tidak mempunyai alasan yang jelas bukan? Ya, dengan tegas nya ia melarang sekelompok muslim yang ingin masuk ke dalam mall tersebut dengan bertujuan melarang orang-orang yang berada disana dengan berjualan alat-alat yang terkait dengan hari raya natal.

Aku berfikir bahwa begitukah cara Islam dengan memaksakan hak seseorang untuk mengikuti ajaran atau untuk satu keyakinan dengannya?, memang aku tidak begitu dalam mengenai tentang agama Islam, walaupun diriku Islam tetapi setidaknya sedikit mengerti bahwa Islam adalah agama yang mempunyai kedamaian tidak memaksakan seseorang, saling mencintai atau sering disebut oleh ahli-ahli agama dengan kata “rahmatan lil a’lamin” dan bersinggung dengan Negara Indonesia bahwa rakyat Indonesia berhak memilih keyakinannya sendiri dengan memilih mana yang baik untuk pedoman hidupnya, kebebasan dengan hidup damai walaupun berbeda bukankah itu sangat indah?, kita tau bahwa mayoritas penduduk di Indonesia adalah umat muslim, jika mayoritas umat muslim menginginkan Negara dan agama itu bersatu, mungkin itu sangat sulit karna Indonesia mempunyai beragam agama, apakah kita sebagai umat muslim akan memaksakan mereka untuk memeluk Islam? dengan melakukan ancaman bahwa jika tidak memeluk Islam mereka ditendang dari Indonesia? bukankah itu sesuatu bentuk aksi yang kejam, It’s oke, jika mereka mengucapkan dengan lisan bahwa “aku akan masuk Islam” tetapi dalam Islam bukankah hanya lisan yang mengucapkan tetapi hati tidak sepakat bahwa dirinya adalah bukan Islam itu berarti mereka bukanlah Islam, karena Islam adalah menyeluruh yang berarti hidup dengan cara Islam, perilaku secara Islam, ekonomi secara Islam dan sebagainya, jika aku mengatakan mereka yang beragama Islam tetapi tidak menyeluruh Islam dengan kehidupannya, aku akan mengatakan bahwa “mereka belumlah Islam” apakah mereka menerimanya dengan perkataan ku tersebut? pasti tidak akan terima jika aku berkata seperti itu.

Tuhan jika aku meminta kepadamu bahwa perbedaan akan membuat hidup ini damai, akankah kau akan mengabulinya?, jujur aku benci dengan keributan dengan suatu perbedaan. Apakah mereka yang anti Tuhan atau Ateis itu bosan dengan kita yang mempunyai keyakinan, mempunyai Tuhan tetapi kami selalu meributkannya sampai aksi kekerasanpun turut mewarnai perbedaan ini. aku menyukai keberagaman buatlah keberagaman ini menjadi keindahan satu sama lain.

Plural-Is-Me, bukan suatu alasan perbedaan menjadi kebencian.

You might also like
Comments
Loading...