Aspirasi Mahasiswa

Peran Panji Aziz untuk Pendidikan Anak di Pelosok Desa Banten

Oleh Lailatul Janah – Panji Aziz Pratama, seorang anak desa yang memiliki banyak mimpi dalam hidupnya ialah seorang sarjana lulusan Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Padjajaran. Ia berhasil mendirikan sebuah organisasi gerakan pemuda yang peduli terhadap pendidikan di pelosok desa Banten. Organisasi tersebut bernama ISBANBAN (Istana Belajar Anak Banten) yang didirikan pada tahun 2013 dengan 15 orang relawan di dalamnya.

Berawal dari pengalaman hidupnya yang sempat kesulitan untuk melanjutkan pendidikan, dan kepeduliannya terhadap generasi penerus bangsa, ISBANBAN Tersebut ia dirikan bersama kawan-kawannya untuk menciptakan akses dan kualitas pendidikan yang berkeadilan di pelosok desa Banten. ISBANBAN  menjadi wadah dan mengajak kaum muda di Provinsi Banten untuk lebih peduli dan membuat perubahan yang lebih baik untuk pendidikan di pelosok desa, terutama di daerah pelosok Provinsi Banten.

“Awal mula didirikannya ISBANBAN itu setelah kita ngadain baksos di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang tahun 2013 silam. Saya melihat pendidikan di sana masih minim dan aksesnya cukup jauh, desa itu juga sering kena banjir. Jadi sayang banget kalo kegiatan kita cuma berhenti di baksos itu.” Ujar pemuda yang masuk ke dalam daftar 60 pemimpin muda versi Global Changemakers 2016 tersebut.

Setelah berhasil membuat akses pendidikan lewat taman belajar di Kampung Sukamaju, akhirnya pada tahun 2014 ia dan kawan-kawannya berinisiatif untuk mengembangkannya ke seluruh pelosok desa di Provinsi Banten. Hingga saat ini terdapat 7 desa binaan ISBANBAN dengan taman baca di dalamnya, yakni Kp. Cempaka Salam (Pandeglang), Kp. Sanding, Desa Sindangsari (Lebak), Kp. Salinggara, Desa Sayar (Kota Serang), Kp. Tigamaya, Desa Telagaluhur (Kabupaten Serang), Kp. Cipala, Desa Lebak Gede (Cilegon), Kp. Marga Sari RT.04/08 Kelurahan Curug Kulon (Kab.Tangerang), dan Jalan Aria Putra Gg. Swadaya 5, No. 45 Kedaung, Pamulang (Tangerang Selatan).

“Anak-anak binaan isbanban sekarang sudah mencapai angka 455 anak, dan relawan yang berkontribusi sekarang beserta alumninya (relawan pendahulu di ISBANBAN ) berjumlah sekitar 599 relawan.” Ujarnya dalam program acara Kick Andy, 3 januari 2017.

Dalam organisasi yang ia dirikan tersebut, terdapat beberapa program yakni program Minggu belajar yang sudah berjalan sejak didirikannya ISBANBAN. Program ini dilakukan oleh para relawan setiap minggunya melalui pengajaran di desa binaan masing-masing dengan tujuan untuk mendorong kemampuan anak usia 8-12 tahun (sd) dalam membaca, menulis, dan berhitung serta mengembangkan bakat dan minat anak agar meningkatnya kualitas pendidikan anak di pelosok desa Banten.

Program lainnya yaitu Berbagi Buku. Seperti yang kita tahu, bahwa kemajuan suatu negara bisa dilihat dari seberapa seringnya penduduk menghabiskan waktunya untuk membaca. Maka dari itu, program ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mendonasikan buku guna membantu meningkatkan literasi anak di desa.

Dan program lainnya adalah I Dreams (Beasiswa anak), program ini untuk membantu anak berprestasi yang kurang mampu dalam melanjutkan pendidikannya karena masalah ekonomi. Program ini masih akan diluncurkan dan untuk ke depannya akan dibuka donasi melalui website selama satu bulan.

Related image
IMG : isyf.or.id

Selain menjadi CEO ISBANBAN , Panji Aziz adalah seorang public speakers dan trainer for youth organizations and social movement. Ia juga masuk ke dalam bagian Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI Academic Fellows). Ia pernah mendapatkan penghargaan Banten Muda Award pada tahun 2013, Ashoka Young Changemakers 2013, 1st Winner Nutrifood Leadership Award 2015, dan ia pernah diundang mewakili Indonesian Young Leaders untuk berbicara di dalam Global Youth Economic Opportunities 2016, Washington DC, USA. (linkedin.com)

Panji Aziz Pratama memang sangat peduli terhadap keadaan sosial, dan ia banyak dikenal sebagai pegiat sosial dalam bidang pendidikan. Ia sering menuangkan harapannya kepada kawan-kawan relawan bahwa ia menginginkan ISBANBAN nantinya akan berkembang di seluruh Indonesia tentunya dengan nama akhir yang diganti nama wilayahnya masing-masing, sehingga mereka nantinya tidak hanya akan bergerak di lingkup lokal saja, tapi juga nasional, bahkan meng-global.

Sebagai speakers, Panji Aziz juga banyak mengajak kaum muda untuk banyak bermimpi, tentu saja dengan diiringi usaha dan berdo’a. Ia kerap kali menginspirasi dengan berbagai kisah pengalaman hidupnya yang berawal dari mimpi hingga terwujud menjadi kenyataan.

“Saya lahir dari sebuah desa yang jauh dari akses pendidikan, saya lahir dari orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi. Tapi saya yakin anak muda tidak dibatasi itu saja, anak muda punya karya, anak muda punya inovasi, dan anak muda berani untuk bermimpi, membangun generasi ke depan. Saya dan Isbanban merajut asa untuk pendidikan anak di pelosok desa Banten.” Tutup Panji Aziz dalam pidatonya di acara Kick Andy, 3 Januari 2017.

Comments
Loading...