Aspirasi Mahasiswa

Ketika Iblis pun beristighfar

 

Angin malam mendesir perlahan diantara dedaunan, kadang menyelesap diantara punuk sehingga membuat bergidik merinding, tidak seperti malam biasanya, malam ini Guru mengajak para murid ke sebuah lembah yang terkenal amat angker dan menyeramkan, perlahan kami diajak menuruni lembah yang menyeramkan tersebut, lalu diantara kami ada yang mulai gelisah, lidahnya tidak bisa ditahan untuk menanyakan sesuatu.

“Wahai Guru, kenapa kita mendatangi lembah ini, bukankah ini tempat yang angker? Tanya Wa Asoina

“Justru memang itu yang kita cari, Angker”, Guru menjawab dengan santai sambil tersenyum kecil

“Bukankah tempat angker seperti ini adalah tempat yang sangat disukai oleh Iblis dan sejenisnya?” Wa Asoina bertanya lagi

“Justru memang itu yang kita cari, ingin bertemu dan mencari Iblis, dan satu lagi untuk kalian ingat wahai murid-muridku, tempat yang paling mengerikan dan angker di dunia ini bukanlah hutan belantara, rumah kosong, kuburan ataupun tempat apapun di dunia ini yang kalian anggap angker dan membuat takut, tempat yang paling angker, mengerikan dan menakutkan di dunia ini adalah hati yang kosong dari cahaya dan petunjuk Allah, hati yang tidak ada Allah di dalamnya, bila Allah tidak ada di dalam hatinya maka sudah barang tentu yang akan mengisi hatinya adalah Iblis dan kawan-kawannya, itulah se-mengerikan-nya tempat”

Setelah itu Wa Asoina pun terdiam, kami terus berjalan menerobos lembah gelap yang dipenuhi pepohonan, setelah beberapa lama berjalan menyusuri lembah, kami semua mendengar ada suara tangisan yang makin lama makin kencang, setelah kami dekati ternyata terdengar kalimat Istighfar dalam tangisan tersebut.

“Kalian tunggu saja di sini dan perhatikan saja, aku akan ke pohon besar itu, sepertinya dari situlah sumber suaranya berasal”, sambil menunjuk sebuah pohon besar.

Guru menyuruh kami semua menunggu dan hanya memperhatikannya berjalan menuju pohon besar tersebut, samar-samar cahaya bulan purnama menerobos memberikan seberkas penerangan, tapi terlihat ada yang aneh dan tidak biasa, ada makhluk yang sebelumnya belum pernah kami lihat, secara fisik bentuknya seperti manusia, ia memiliki tangan, kaki, mulut dan lainnya sebagainya, akan tetapi kulitnya bersisik seperti ular, memiliki ekor seperti kalajengking dan ada tanduk di tengah dahinya.

Tapi kami semua melihat Guru tidak bergeming sedikitpun, seperti tidak ada rasa takut sama sekali pada dirinya, lalu Guru pun menghampiri makhluk tersebut, dan terjadilah percakapan antara Guru dan makhluk tersebut yang ternyata Iblis.

“Hai Iblis, mengapa kau menangis dan lebih aneh lagi kenapa bisa sampai beristighfar begitu?” Tanya guru kepada Iblis

“Aku menangis karena sekarang aku banyak menganggur, aku menjadi bosan karena sudah hampir tidak ada pekerjaan menggoda manusia lagi untukku, paling hanya beberapa saja dan lama kelamaan eksistensiku sebagai Iblis akan hilang, bagaimana tidak; coba kau bayangkan, sekarang kebanyakan manusia perilakunya melebihi Iblis, kelakuannya lebih-lebih dari pada Iblis, mereka melakukan korupsi, menyebarkan hoax, merusak alam, penindasan, saling membunuh, memfitnah, caci maki, manusia sekarang berbuat keji bukan lagi terbatas kepada sesama manusia tetapi juga keji kepada seluruh alam, binatang, tumbuhan dan segala isinya, mengeruk habis segala kekayaan alam, aku saja yang Iblis kelakuannya tidak seperti itu, lalu yang paling mengerikan adalah berani mendurhakai Allah, aku tidak bisa membayangkan dan takut sekali, aku saja yang hanya berbuat satu dosa langsung dilaknat dan dihukum oleh Allah, lalu bagaimana dengan kalian (Manusia) yang sering dan banyak melanggar perintah Allah?, dosaku hanya satu yaitu tidak mentaati perintah Allah ketika menyuruhku bersujud kepada Adam, dan sekarang kalian para manusia banyak yang tidak taat kepada Allah, aku belum juga sempat menggoda, tapi kalian sudah berbuat dosa, lama-kelamaan eksistensiku sebagai Iblis akan kalah oleh manusia, karena kelakuan dan sifat keiblisanku sudah kalah jauh dbandingkan sifat keiblisan kalian, Astagfirullah” Ungkap Iblis.

Kami semua para murid hanya bisa tertegun menelan ludah ketika mendengar Iblis berkata seperti itu.

Comments
Loading...