Aspirasi Mahasiswa

Puisi Gus Mus ”Aku Harus Bagaimana”

H. Zaenal Mustofa (Gus Mus) adalah seorang saudagar ternama yang dikenal sangat menyayangi ulama. Dinaungi bimbingan para kiai dan keluarga yang saling mengasihi,yang sejak dari masa mudanya yang suka menulis dan di publikasiakan ke publik ataupun media masa dan kebiasan yang suka membaca buku membuat Gus Mus pandai dalam membuat puisi dan berikut puisi Gus Mus.

Aku pergi tahlil,kau bilang itu amalan jahil

Aku baca shalawat burdah,kau bilang itu bid’ah

Lalu aku harus bagai mana?

Aku bertawasul dengan baik kau bilang aku musrik.

Aku ikut majlis dzikir,kau bilang aku kafir.

Lalu aku harus bagaimana?

Aku shalat pakai lafadz niat,kau bilang aku sesat.

Aku mengadakan maulid,kau bilang tak ada dalil yang valid.

Lalu aku harus bagai mana..?

Aku gemar berziarah,kau bilang aku alap-alap berkah.

Aku mengadakan slametan,kau bilang aku pemuja setan.

Lalu aku harus bagaimana..?

Aku pergi yasinan,kau bilang itu tidak membawa kebaikan.

Aku ikut tasauf sufi,malah kau suruh kau jauhi.

Ya sudahlah… aku ikut kalian

Kan kupakai celana cingkrang, agar kau senang

Kan kupanjangkan jenggot,agar dikira berbobot

Kan kuhitamkan jidat,agar dikira ahli ijtihad

aku kan sering menghujat,biar di kira hebat

Aku kan sering mencela,biar dikira mulia.

Yasudahlah aku pasrah pada tuhan yang kusembah.

       Aku harus bagaimana, Gus Mus.

 

 

You might also like
Comments
Loading...