Seputar Kampus

Ditanya Mahasiswa Alasan Nyalon Rektor, Keempat Calon Rektor UB Kompak Jawab Meneruskan

Dalam dialog terbuka yang diadakan oleh panitia pemilihan rektor Universitas Brawijaya (UB) pada hari Senin (5/3) di Samantha Krida UB, diadakan sesi tanya jawab antara bakal calon rektor UB dengan sivitas akademis UB. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh audiens seputar permasalahan-permasalahan yang ada di UB seperti PTN-BH, laboratorium, hingga lahan parkir. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan baik oleh masing-masing bakal calon, tak sedikit pula yang menjawab berdasarkan data di lapangan yang juga disesuaikan dengan visi misi yang diusung.

Ada satu pertanyaan menarik yang diajukan oleh salah satu penanya yang diketahui adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Pada sesi tanya jawab pertama, ia mengaku tidak perlu bertanya seputar masalah yang dialami UB. Ia hanya menanyakan hal sederhana yang menyangkut alasan para bakal calon rektor menyalonkan dirinya. Pertanyaan ini ditujukan kepada ketiga calon non-incumbent.

“Saya bertanya kepada Prof. Nuhfil, Pas Osfar dan Pak Tjahjo, kenapa kok memilih maju sebagai rektor? Apa ada yang kurang dari kepemimpinan sebelumnya sehingga harus dibenahi atau bagaimana?”, tanya mahasiswa tersebut.

Tak hanya itu, ia turut menanyakan apa alasan Bisri selaku rektor sebelumnya menyalonkan diri kembali menjadi rektor. Meski ia mengaku puas dengan kepemimpinan Bisri, namun ia juga merasa perlu bertanya alasannya kembali maju agar mahasiswa juga turut membantu mengawal berlangsungnya program-program kerja rektor terpilih

“Kemudian buat Pak Bisri, ya. Kenapa bapak kembali mencalonkan diri? Apa yang menurut bapak kurang dari periode bapak sebelumnya sehingga berkenan untuk menjadi rektor lagi?”, tanya mahasiswa tersebut diiringi dengan tepuk tangan seluruh audiens yang hadir hari itu.

Jawaban Para Bakal Calon Rektor UB: “Meneruskan!”

Pertanyaan tersebut diapresiasi dengan baik oleh para bakal calon rektor. Menurut Nuhfil, bakal calon rektor nomor urut 2, ia mengapresiasi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para mahasiswa. Menanggapi alasannya mengapa maju, ia menjawab bahwa kewajiban bagi pemimpin adalah meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

“Sederhananya, pemimpin yang baik adalah bagaimana ia meneruskan pemimpin yang sebelumnya. Yang baik diperbaiki agar semakin baik, yang kurang ditambahkan, yang sudah ada dikembangkan.”, ungkap Nuhfil.

Senada dengan Nuhfil, Bisri memandang bahwa keputusannya menyalonkan kembali adalah untuk mewujudkan cita-cita UB sebagaimana yang digariskan dalam visi misi UB sendiri. Selain itu, keputusannya maju juga dilandasi dorongan rekan-rekan sejawatnya. “Jika saya ditanya kenapa maju lagi, saya jawab karena dorongan teman-teman.”, tukas Bisri. (sig)

Source link

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close