Seputar Kampus

Fahri Hamzah: ..Agar mahasiswa Sultan Muhammad Hasanuddin Banten, Mahasiswa: Maulana Woy Maulana

Saya sedikit cekikikan ketika mendengar teriakan kalrifikasi sejumlah mahasiswa di barisan bangku tengah terkait salahnya penyebutan nama kampus mereka yaitu UIN Sultan Maulana Hasanuddin menjadi UIN Sultan Muhammad Hasanuddin oleh Dewan YANG TERHORMAT, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mengisi Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh salah satu DEMA Fakultas di Kampus UIN SMH Banten. Kamis (29/03)

Sebelumnya saya membaca berita terbaru pak dewan yang terhormat itu seperti pemberitaan bahwa beliau dilaporkan oleh PKS kepihak kepolisian terkait cuitannya di Medsos Twitter selain itu  ternyata  dalam lewatannya ke Provinsi Banten beliau menyempatkan berkunjung ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang dan bertemu dengan gubernur Pak WH-Andika untuk memaksimalkan dana desa dan kekayaan budaya (heritage) untuk menggerakkan perekonomian daerah di Banten, seperti di kutip dari KURVAcoid. Pemberitaannya sekitar tiga jam yang lalu artinya setelah menghadiri Kuliah Umum di UIN SMH Banten.

Kembali keteriakan kalrifikasi mahasiswa terkait salahnya penyebutan sang dewan, sebenarnya salah pengucapannya tersebut dia lakukan sebayak tiga kali, jelas saya tahu. Saya merekam peryataan beliau dalam kuliah umum sampai selesai bahkan sampai sesi pertanyaan. Awalnya saya tidak begitu mendengar jelas penyebutan tersebut sampai teman disebelah saya mengejek beliau dengan memembisikan “teh Muhammad katanya”, saya langsung konek tentang apa itu karena memang sedang membicarakan kampus UIN SMH Banten.

Kemudian sampai pada sesi pertanyaan, dengan penanya terbatas hanya satu orang karena terdesak waktu yang kian menyempit, karena pak dewan yang terhormat akan ngopi bareng di Café D’Lontar yang diselenggarakan oleh kalangan organisasi mahasiswa juga. Sebenarnya kalimat “Muhammad” kembali tercuap kepermukaan dimenit-menit terakhir, ketika pak dewan hendak mengakhirinya. Berikut cuplikan kalimat yang beliau lontarkan;

 “Sebenarnya saya mengatakan agar mahasiswa fakultas dakwah dan lainnya di UIN Sultan Muhammad Hasanudin Banten menjadi pemimpin-pemimpin…

“Maulana woy Maulana” teriak mahasiswa tidak terima. Yang kemudian direspon cepet oleh pak dewan yang terhormat dengan meralat ucapannya.

… Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia yang kritis, tangguh anggul pada umumnya” dilanjut dengan tepukan meriah dari beberapa mahasiswa lainnya yang hadir.

Pikir saya, entah pak dewan yang terhormat pak Fahri Hamzah ini tahu apa tidak kepanjangan “SMH” tersebut, karena saat pengucapan “Muhammad” yang pertama terlihat beliau seolah menerka “M” dari “SMH” tersebut apa, mungkin yang kental diingatannya adalah “Muhammad” karena sebelumnya beliau yang terhormat memang memaparkan tentang kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW.

Namun karena kata “Muhammad” yang pertama tidak mendapat lontaran penolakan jadi kata “Muhammad” kemudian beliau yang terhormat benarkan untuk dipengucapan yang kedua. Padahal sebenarnya ketika beliau yang terhormat mengucapkan “Muhammad” dikalimat yang pertama sudah terdengar siur siur penertawaan atas kesalahannya, namun mungkin beliau tidak mengidahkan siuran tersebut.

Padahal kalau sebentar saja beliau menerka-nerka tentang siuran tertawaan tersebut beliau yang terhormat itu tidak akan jatuh kelubang yang sama. Lagipula beliau ini menjadi dosen, istilahnya kan beliau yang terhormat ini sedang mengisi kuliah umum jadi sedikitnya harus tahu tentang kampus yang disinggahi, yang fatalnya beliau setidaknya harus tahu tentang nama kampunya itu yaitu “UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN (UIN SMH BANTEN)” agar sedikitnya kami mahasiswa UIN SMH Banten ini merasa dihargai hehe.

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close