Aspirasi Mahasiswa

Begini Cara Facebook Menghancurkan Hidup Kita

Dengan jumlah pengguna mencapai 2 miliar di seluruh dunia, facebook saat ini masih menjadi media sosial yang paling populer.

Di Indonesia sendiri penggunanya sudah mencapai 100 juta lebih. Menduduki posisi ketiga sebagai negara dengan pengakses facebook terbanyak. Jumlah tersebut tentunya akan terus bertambah kedepannya.

Semakin populernya facebook tersebut, dampak apakah yang facebook berikan bagi kehidupan manusia? Apakah menjadikannya lebih baik atau malah sebaliknya?

Tidak ada data yang pasti untuk menjawab pertanyaan tersebut, tapi kita bisa melihat sendiri dampaknya di sekeliling kita.

Dampak positifnya sudah jelas, bisa berkomunikasi dengan orang-orang jauh, bisa mencari teman yang lama tidak ketemu, bahkan bisa juga dipakai sebagai tempat jualan.

Untuk dampak negatifnya jujur tidak terlalu terasa, khususnya ketika baru pertama menggunakan facebook. Apa saja yang berubah? di bawah adalah beberapa dampak negatif facebook bagi penggunanya menurut pengalaman dan juga pengamatan. Dampat negatif tersebut diantaranya :

Terlalu banyak waktu berharga yang terbuang

facebook makan waktu

Bukan maanfaat yang kita dapatkan, dari ketagihan facebook tersebut justru dapat merugikan kita sendiri.

Salah satu kerugiannya adalah waktu berharga kita menjadi terbuang sia-sia hanya untuk berlama-lama di facebook tanpa maksud dan tujuan yang jelas.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk hal-hal produktif malah dihabiskan hanya untuk sekedar baca status, like status, komen status, stalking facebook orang, dll.

Bisa menimbulkan rasa depresi

facebook rendah diri

Pengguna facebook umumnya hanya menampilkan sisi baik dari kehidupannya dan menyembunyikan sisi jeleknya di facebook. Hal tersebut membentuk keyakinan di dalam benak pengguna kalau teman-teman mereka di facebook memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan lebih indah.

Contohnya pengguna facebook yang jomblo. Ketika mereka melihat pasangan yang meng-upload foto mesra di facebook, mereka langsung merasa depresi berat dan merasa menjadi jomblo paling ngenes di dunia. Padahal sebenernya di luar sana banyak sekali jomblo-jomblo bahagia, hanya saja mereka tidak menghabiskan waktunya di facebook.

Menjadi narsis dan suka pamer

ego pengguna facebook

Dari rasa depresi tersebut mulailah muncul sifat narsis dan suka pamer dari para pengguna facebook.

Mereka mulai senang memposting segala aspek dari kehidupannya di facebook. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya mereka dokumentasikan di facebook.

Tidak lupa setiap mereka membeli barang-barang baru mereka langsung mempostingnya di facebook.

Sifat ini muncul karena mereka ingin mendapatkan pengakuan bahwa kehidupannya juga bahagia dan indah seperti teman-temannya di facebook.

Kemampuan berkomunikasi menurun 

anti-social

Ketika pengguna facebook sudah mulai kecanduan, mereka menjadi malas bersosialisasi di dunia nyata. Akibatnya kemampuan berkomunikasi mereka menjadi berkurang.

Hal ini cukup mengkhawatirkan, khususnya bagi pengguna facebook usia anak dan remaja. Waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak dihabiskan bersama teman-teman di facebook yang biasanya hanya membahas sesuatu yang tidak penting.

Facebook sebenernya tidaklah buruk, yang membuatnya buruk adalah bagaimana cara kita menggunakannya. Banyak kok manfaat yang bisa didapatkan dari facebook selama kita menggunakannya dengan cara yang benar.

Dampak buruk yang sudah saya tulis di atas hanya akan terjadi jika kita menggunakan facebook secara berlebihan tanpa maksud dan tujuan yang jelas.

You might also like
Comments
Loading...