Aspirasi Mahasiswa

Kupulan Puisi karya muawir syahidi

Negeriku

Kau bunga anggrek

Pesan keindahan

Bingkisan ke elokan

Cendra mata keabadian

Tanda kesuburan

Ranah pujaan – kemudian

Kau lautan

Penuh dengan gugusan kepulauan

Pesan keindahan

Bingkisan ke elokan

Cenda mata keabadian

Tanda negeri perairan

Negeri kepulauan – kemudian

Kemudian subur juga koripsinya

 

Cimanggu 20 mei 2007

 

Petarangan

Dalam petarangan

Aku tidak sedang membayang

Raut dalam hayal

Yang menghitung garis petarangan

Dan menyamakan dengan  nama yang dieja dalam bahasa rasa

Engkau telah menjadi lingkaran sutra

Dalam petarangan hidupku yang malang

 

Serang  2009

 

Kabar pagi

Kabar pagi ini tentang dua pejabat

Pejabat negeri pengurus pajak

Dan pejabat pengayom masyarakat

Dan bagiku dua pejabat itu

Seperti sempak yang aku pakai 12 bulan

Dan tidak pernah aku cuci

 

Serang 10 April 2010

 

 

Tobat tai kaki

Tobat

Tobattobattobattobattobat

tobattobattobattobattobattobat

Tobatku tuhan

Seperti tai kaki

Yang  dikeluarkan dari kaki

Dengan tangannku

Lalu aku menciuminya

 

Serang 24 April 2010

 

Berak

Biarkan para penyambung lidah rakyat

Dinegeri ini tersenyum memegang kumis

Saat melihat sepiring nasi

Hak rakyat yang kelaparan

Padahal dia belum selesai cebok

Setelah berak diatas muka kita

Biarkan bau tai memenuhi hidungnya

Biarkan dia Kebingungan mencari tahu sumber bau tai itu

Dan kita tersenyum

Sambil memegang hidung

Melihat tai di kumis mereka

Bau,bau,bau,bau,bau

 

Serang  2010

 

Bisa

“kami pasti bisa!”

Tertulis jelas dibagian punggung

Dalam kaos yang kau bagikan

Dan selalu aku pakai mencari makan

Kemudian  setelah kau duduk di DPR

Kau memang menjadi bisa

 

Serang 07 Mei 2010

 

Untung 13

Aku masih hafal betul

Tentang angka 13 dalam naskah racun tembakau

Karya Anton chekov

Aku selalu ingat

Tentang angka 13 dalam puisi celaka 13

Karya remy sylado

Dan aku sangat tahu

Jika di hotel

Tidak ada kamar no 13

Aku pernah ingin membuktikan

Menandai kamar mandi kampusku

Dengan no 13

Baru kemarin

Aku pameran mendapat stand no 13

Aku kaget…

Aku menenangkan hati sebelum akhirnya

Pada tanggal 12, 13 peserta tampil di panggung utama

Dan tanggal itu pula Stand pameranku terbang tertiup angin

Aku kembali menenangkan fikiranku

Dan pada malam 13 satu orang gila tidur di standku

Padahal stand kosong yang lainnya masih banyak

Dan akhirnya pada tanggal 13

Stand no 13

Untung 13

 

Serang 15 mei 2010

 

Sama tapi beda

Di kereta dalam sebuah perjalanan

Orang Amerika membuang laptopnya

Ia berkata ”di Amerika masih banyak

Yang fungsinya lebih canggih”

Di pinggirnya

Seorang Jepang membuang hand phonenya

Ia berkata ”di Jepang sangat banyak sekali

Yang kualitasnya lebih baik”

Di depannya

Seorang ibu membuang anaknya

Dan berkata ”di rumah masih banyak saudaranya

Yang tangisannya lebih kencang”

 

Serang 15 Mei 2010

 

Bibir

Aku minta rokok

Pinjam koreknya juga

Dan kalau kau mengijinkan

Aku pinjam bibirmu

 

Aku sudah 17 tahun

Aku tidak lagi punya bibir

Karena bibirku telah aku titipkan

Kepada wakilku di DPR

 

Aku susah merokok

Susah makan

Dan pembicaraanku tidak ada yang mengerti

Karena aku tidak punya bibir lagi

 

Serang 09 Juni 2010

 

Sea food dan si afud

Tadi siang anggota DPR itu tertidur

Saat sidang paripurna

Lalu pergi ke hotel bintang lima

Dan makan See food

Yang bahan bakunya mulai hilang

Dan tadi malam aku terjaga

Saat berkelahi dengan badai

Lalu pulang ke gubug beratap rumba

dan makan dengan kawanku si afud

nelayan miskin yang malang

 

Serang 23 juni 2010

 

WC

Satu-satunya WC umum di kampung kumuh

Terbuat dari triplek dan seng

Tertulis kata di atas pintunya “tidak untuk Mandi”

Bayar seribu rupiah hanya untuk berak,

Pagi itu roboh tersenggol mobil bupati

Dua gadis menjerit di dalamnya

Mereka tanpa selembar kainpun yang menutupi tubuh

Dengan busa shampo di kepalanya

Satu kampung gempar

Bukan karena toilet itu roboh

Tetapi karena kaum adam mendapat hiburan di pagi hari

Dengan sukarela mereka memberikan bayaran Untuk hiburan  kedua wanita itu bergoyang meneruskan goyangan semalam

Di kamar penginapan kelas teri

Dan sebagai rasa permintaan maaf

Dua gadis itu di ajak pak bupati pergi

 

Serang 24 Juni 2010

 

28 oktober 2010

Di Koran terlihat gambar Al Quran

Perihal akan tobatnya seorang artis hiburan

Di bawahnya tentang Mbah Marijan

Yang terbakar api keyakinan

Dan aku menatap malam dikota kembang

Dilangit hitam tanpa bintang

 

Tubuh cacat terlentang dipinggir jalan

Dan sibuta merayap meminta-minta recehan

Gedung tinggi menjulang

Puluhan anak telanjang

 

Ratusan rumah makan didirikan

Dan ratusan anak jalanan kelaparan

 

Malam semakin merangkak

Menuju pintu pagi yang tak pernah terkunci

 

dan hatiku malam

dan impian tentang kota ini, dan hatiku malah semakin malam

 

ternyata tangis masih menjadi cendra mata ku

dari kota kembang itu

 

dan cendra mata yang akan kubawa

bila pulang kedesa

kuceritakan kepada sawah yang retak

pada tanah yang gersang

pada hutan yang terbakar

pada perut-perut anak yang buncit

sebagai teman kita menghabiskan air mata

 

Bandung 28 oktober 2010

 

Sariawan

Bibirku terasa sakit

Setelah melewati malam

Dengan seorang perempuan

 

Ternyata

aku hanya sariawan

Dan bukan seperti yang kau fikirkan

 

Kawanku bilang

“Kau sariawan karena kurang minum”

Aku bilang “kurang Segalanya”

 

Serang 01 Oktober 2010

 

Cinta

Ayah dan ibuku saling cinta,aku terlahir karena cinta sampai aku mendekati seorang wanita karena cinta,berbuat dosa atas nama cinta, aku menikah karena cinta terpaksa  dan dosa bahkan aku cukup memberi makan istri dan anaku cinta

 

Serang 03 Oktober 2010

 

Kokok

Ayam-ayam berkokok di setiap kandang

Disetiap dahan pohon dan jarian*

Bukan hanya ketika pagi gelap

bahkan ketika terang siang

kita menyaksikan persaingan

persaingan kokok buatan

persaingan bulu-bulu kepalsuan

dari ayam-ayam dalam kontes ayam masa depan

ayam berlomba untuk meraih kepemimpinan

menguasai dapur kita

mematuki beras dan makanan kita

berak dan tidur ngorok

 

* tempat pembuangan sampah terakhir sederhana dikampung-kampung

 

Naik Daun

Untuk gayus

aku pejabat baru,

aku sedang  naik daun

aku ulat di daun-daun

yang ditanam rakyat dikebun-kebun

dengan keringat sampai ke ubun-ubun

 

walau aku ulat bisa

aku tidak kena pestisida

karena aku punya harta.

walau aku di penjara

tetap bisa ke pualu dewata

 

Serang 06 Oktober 2010

 

Pesan Kerinduan

Kepada yang kurindukan:

Wajah yang selalu membuatku menagis

 

Sayang…

Kerinduanku semakin menjadi

Saat aku termenung didepan layar komputer

Tak ada lagi ide untuk menulis

Sepi…

Tiada hadir dirimu disisiku…

Telinga hanya dihiasi oleh suara kecil dari CPU tua

Mata hanya dimanjakan

dengan lembaran  kosong di layar komputer

Semakin dalam ketermenunganku

Semakin mati ide ku

Sayang…

Tak terasa air mataku meleleh juga,

saat melihat layar komputer ini

Mengingatkanku akan wajahmu yang datar

 

Sudah dulu kasih

Aku akan melanjutkan tangisanku

 

Serang 06 oktober 2010

 

Sampah

 

Kau membuangnya dengan jijik

Aku memungutinya dengan bahagia

Kau mengangkutnya keluar kota

Kami menunggunya dengan bahagia

 

Serang 07 Oktober 2010

 

Hujan  

Sebulan hujan tak datang

Sawah ayahku mengering

Perutku berdering

 

Bank dan perusahaan

Memasang iklan

Iklan hujan Emas batangan

 

aku ketakutan

Takut kepalaku kesakitan

Tertimpa hujan emas batangan

 

Serang 13 Oktober 2010

 

 

Hitam

Ibu…

Hatiku penuh asap hitam

Tapi kau sendiri lebih hitam

Hitam dibola mataku

 

Serang 14 oktober 2010

 

Lubang

Aku  keluar dari lubang

Aku mencari penutup lubang

Berusaha memasukan makanan kedalam lubang

Aku lelaki pencari lubang

Dan akhirnya kembali kedalam lubang

 

Serang 14 oktober 2010

 

 

Karena

Dan aku digoda-doda

Karena malam terlanjur melamar hatiku

Dengan emas kawin bulan dan bintang

Dikota berjargon madani

Bulan dan  bintang yang tak pernah ladi dipedulikan orang

Karena dibawahnya lampu rupa warna

Telah melamar ratusan manusia

Berkeumpul dan bercengkrama di pusat kota

Meski tak tahu pulang kemana

Meski sebelumnya belum sempat bertutur kata

Tapi kita telah dilamar recehan

Dalam singkat tegur sapa

Ada bahasa air mata

Ada cara rupa dan warna

Disetiap retak tatapan mata

Dan akhirnya kita

Tersungkur juga dipelaminan tanpa perkawinan,

Karena  malam yang dingin

Karena lamaran lampu yang indah tetapi keredupan

Karena kita telah saling  menggigit bibir

Meski belum pernah kita bertegur sapa

 

Serang 20 november 2010

 

Cabut

PLN dibayar

Agar tidak di cabut

Pengamen dibayar agar cabut

 

Tapi pengamen adalah anggrek

Mekar tanpa hujan

tanpa kimia

Serang 21   November 2010

 

Hanya

 

Rakyat tidak hanya harus tidur

Tapi ingin juga tidur diatas kasur

Dengan bantal dan selimut

Tidak hanya bisa makan makanan sisa

Tapi anaknya juga harus sekolah

Hanya dan hanya-hanya

Becak

 

Termenung abang becak

Pagi hari tanpa sebatang rokok dan segelas kopi

Melongo melihat mobil bus lewat dihadapannya

Bergambar ibu dan bapak wakil gubernur

Dengan bacaan yang tak dapat dibacanya karena buta huruf

 

Serang 20 Desember 2010

 

 

Pertentangan

Berbicara tentang hidup

Adalah berbicara tentang apa yang biasa kita pertentangan

Hidup adalah pertentangan

Dan harus melewati tantangan pertentangan

Kitalah tangan-tangan yang diborgol bayak omongan

Dan hanya bisa berangan-angan,

Yang tenang-tenang dalam kesenangan

Dan tenang-tenang dalam kesengsaraan,

Hidup adalah tangan yang tak lelah menjual koran mencari cepean

Walau tubuh sudah kecapean

Yang mati dan pantas juga untuk kita matikan

Adalah wakil kita yang duduk manis menjual kebohongan

Atas nama rakyat mencari uang miliaran

Walau tubuh sudah ropoh kepala penuh uban

Bahkan yang bugarpun akan menemukan kematian

 

Jakarta 26 desember 201

 

Kaca

 

Indonesia

Negeri piring kaca yang yang indah,

Diatasnyamakanan puluhan ras dan daerah

Menjadi satu dalam aroma yang lezat menggugah selera

Piring itu berada diatas menara, tetapi tertutup awan keangkuhan

Piring kaca terlihat berwibawa dengan kesuburan dan ke anekaragamannya

Politik dan kekuasaan menyenggolnya

Hingga jatuh kejurang yang dalam berbatu hitam

Politik taktik menutak atik

Menggelitik membuat rakyat leutik hidup tak berkutik

 

Jakarta 25 desember 2010

 

Sajak Kontrakan

aku warga negara Indonesia

Sepetak yang kita sewa sayang
tempat anak kita menunggu kenyang
hari-hari yang lancang menelanjangi fikiran kita yang terkekang
kamar kontrakan kita adalah kotak serbaguna
dapur kita ada di kamar tidur
kamar tidur adalah ruang baca dengan meja
meja tempat aku menuliskan imaji
tempat kau juga mengiris bawang
yang kadang jarimu teriris dan mata kepedihanmu meleleh

Cibaliung, 21-05-16

 

You might also like
Comments
Loading...