Aspirasi Mahasiswa

Pukul 4 Pagi

Tidak ada yang bisa diajak berbincang. Dari jendela kau lihat bintang-bintang sudah lama tinggal. Lampu-lampu kota bagai kalimat selamat tinggal. Kau rasakan seseorang dikejauhan menggeliat dalam dirimu. Kau berdoa, semoga kesedihan memperlakukan  matanya dengan baik.

Kadang-kadang kau pikir, lebih mudah mencintai semua orang dari pada melupakan satu orang. Jika ada seseorang terlanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan.

Dirimu tidak pernah utuh. Sementara kesunyian adalah buah menolak dikupas. Jika kau coba melepas kulitnya, hanya akan kau temukan kesunyian yang lebih besar.

Pukul 4 pagi. Kau butuh kopi segelas lagi.

You might also like
Comments
Loading...